Prodi Ekonomi Syariah UNPAM Gelar Seminar Nasional Ekonomi Syariah 5.0 Bahas Transformasi Digital & Keuangan Inklusif
Published on: 4 Des 2025

Kegiatan Prodi, Kemahasiswaan
EKONOMI SYARIAH UNPAM – Program Studi Ekonomi Syariah
Universitas Pamulang (UNPAM) menggelar Seminar Nasional Ekonomi Syariah 5.0:
Transformasi Digital, Keuangan Inklusif, dan Pemberdayaan Umat pada Kamis
(4/12/2025) secara daring melalui Zoom Meeting.
Seminar menghadirkan dua narasumber utama, yakni Dr. Alimin,
Lc., M.Ag (Kepala Ma’had & Dosen FEBI UIN Mahmud Yunus Batusangkar) dan Dr.
Dedy Sukmana, S.E., M.E (Senior Branch Manager Bank Muamalat Cabang Bintaro
Jaya). Turut hadir Rektor, Dekan FAI, kaprodi, dosen, dan mahasiswa Ekonomi Syariah
Universitas Pamulang.
Era Society 5.0 dan Urgensi Pemberdayaan Umat
Ketua Prodi Ekonomi Syariah UNPAM, Dr. Mukhoyyaroh, S.Ag.,
M.Ag, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kemandirian dan literasi
digital bagi mahasiswa ekonomi syariah agar mampu bersaing di era industri
baru. “Era Society 5.0 menuntut seluruh sektor, termasuk ekonomi syariah, untuk
mampu beradaptasi dengan digitalisasi yang semakin cepat. Kehadiran mahasiswa
yang mencapai 95 persen menunjukkan bahwa isu ini sangat relevan dan
dibutuhkan,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa Prodi Ekonomi Syariah UNPAM kini memiliki
Lab Shar’e sebagai sarana praktik langsung industri perbankan syariah bekerja
sama dengan BSI dan Bank Muamalat. “Mahasiswa dapat mempraktikkan pembukaan
rekening, penarikan tunai, tabungan emas hingga pendaftaran haji dan umrah. Ini
bagian dari membangun ekosistem ekonomi syariah yang nyata,” tambahnya.
Rektor UNPAM Resmi Membuka Acara
Rektor UNPAM, Dr. E. Nurzaman, A.M., M.M., M.Si, menegaskan
bahwa ekonomi syariah Indonesia memiliki prospek besar bagi generasi muda. “Indonesia
kini menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi syariah terbaik di
dunia. Ini peluang bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri, tidak hanya mencari
pekerjaan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru,” tegasnya.
Disrupsi Digital Harus Diadaptasi, Bukan Ditakuti
Dalam sesi pemaparan materi, Dr. Alimin menegaskan bahwa
perubahan teknologi global tidak bisa dihindari dan harus ditanggapi sebagai
peluang. “Perubahan fundamental karena inovasi teknologi harus kita hadapi.
Jika tidak mampu beradaptasi, kita akan tertinggal dan tergilas oleh zaman,”
tegas Dr. Alimin.
Ia memaparkan bahwa ekonomi Islam menawarkan solusi nilai
melalui prinsip falah, keadilan sosial, dan amar ma’ruf nahi munkar. “Untuk
memahami kemuliaan ekonomi Islam, pelajari dulu kebobrokan ekonomi konvensional,
riba, inflasi, dan sistem utang yang menindas. Maka kita akan melihat bahwa
ekonomi Islam adalah emas,” jelasnya.
Transformasi Perbankan Syariah: Digital, Cepat, dan
Inklusif
Sementara itu, Dr. Dedy Sukmana memaparkan pergeseran wajah
perbankan syariah menuju layanan berbasis digital. “Kantor cabang akan
berkurang, ATM akan berkurang, dan seluruh layanan akan berpindah ke sistem
digital. Bahkan tarik tunai tanpa kartu sudah berjalan,” ungkapnya.
Menurutnya, digitalisasi justru memperbesar peran SDM
strategis. “SDM masa depan tidak cukup menguasai operasional. Mereka harus
memiliki analytical thinking dan kemampuan teknologi. Digital bukan menghapus
manusia, tetapi menguatkannya,” jelasnya.
Dr. Dedy juga memperkenalkan inovasi pembiayaan Seria
(Restricted Investment Account) yang mengombinasikan dana sosial dan komersial
untuk mendukung pembiayaan umat. “Dengan Seria, pembiayaan bisa lebih murah,
cepat, dan tidak memberatkan. Ini model yang belum banyak diterapkan, tetapi
sangat strategis bagi pemberdayaan ekonomi syariah,” tegasnya.
Seminar berjalan interaktif melalui sesi tanya jawab yang membahas peluang karier ekonomi syariah, kesiapan digital, dan tantangan keamanan data. Acara ditutup dengan doa bersama dan harapan agar mahasiswa menjadi penggerak industri keuangan syariah yang transformatif.

Kontributor: Ar'rum Adrianti (Mahasiswa Ekonomi Syariah - Semester 7)




