Prodi Ekonomi Syariah Unversitas Pamulang Gelar Seminar Nasional dengan Tema “Optimizing The Global Halal Industry Ecosystem”
Published on: 29 Mei 2025

Kegiatan Prodi
TANGSEL-EKONOMI SYARIAH UNPAM, Prodi
Ekonomi Syariah Universitas Pamulang (Eksyar - Unpam) menggelar seminar
nasional dengan tema “Optimizing The Global Halal Industry Ecosystem”pada
hari Kamis (29/05/2025) melalui zoom meeting. Yang di hadiri oleh
Kaprodi, Dosen dan Mahasiswa Ekonomi Syariah S1 UNPAM.
Narasumber dalam Seminar Nasional adalah Prof.
Dr. Rifki Ismal, Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank
Indonesia. Beliau juga sebagai Akademisi (Dosen) di Tazkia Universty dan INCEIF University Malaysia. keynote speeker oleh Bpk. Dr. M.
Wildan, S.S., M.A Wakil Rektor II Universitas Pamulang dan sambutan dari Dekan
Fakultas Agama Islam Universitas Pamulang Bpk Dr. Sofyan Hadi, S.Pdi., M.Ag.
Moderator Seminar Nasional di bawakan oleh Dr. Fiqih Afriadi S.E.I., M.E.Sy.
acara Seminar Nasional ini dipandu oleh MC Meisya Amelia, Qori oleh M.Fiqih dan
Pembaca Doa oleh Yusmin Abdul Malik yang semuanya merupakan Mahasiswa Prodi
Ekonomi Syariah S1.
Sofyan Hadi Musa selaku Dekan Fakultas
Agama Islam menyambut baik dan mengucapkan terima kasih kepada narasumber yang
sudah berkenan hadir untuk mengisi seminar ini” ungkapnya. Dalam Sambutannya,
Muhammad Wildan selaku Wakil Rektor II Universitas Pamulang menyampaikan bahwa ilmu
pada seminar ini sangatlah bermanfaat. “Seperti yang kita ketahui bahwa
industri halal ini sangat berpotensi untuk meningkatkan ekonomi global. Pembahasan
ini akan banyak bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan kita mengenai
industri halal ini” ujarnya.
Rifki Ismal selaku narasumber, dalam
pemaparannya menyampaikan bahwa ada empat faktor utama pendorong ekonomi
syariah global. “Sebenarnya ada empat kunci sukses dalam pertumbuhan ekonomi
syariah global, yaitu pertumbuhan penduduk muslim yang tinggi, pertumbuhan
ekonomi syariah yang cepat, memfokuskan pada pengembangan pasar produk halal,
dan adanya nilai-nilai etika islam yang mendasari praktik bisnis dan lifestyle”
ujarnya. Rifki juga mengatakan bahwa untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat
industry halal dunia, telah dicanangkan master plan industri 2023-2029,
dengan 4 strategi utama: (1) peningkatan produktifitas dan daya saing, (2)
penerapan serta penguatan kebijakan dan regulasi, (3) penguatan keuangan dan
infrastruktur, dan (4) penguatan halal brand and awareness.
Selanjutnya, beliau juga menjelaskan bahwa
Indonesia memiliki potensi untuk mendapatkan posisi pertama dalam tataran
global. “Menurut laporan SGIE 2023 Indonesia berada di posisi ke-3 saat ini,
namun kita (Indonesia) juga memiliki potensi untuk berada di posisi pertama
karena kita memiliki kelebihan, salah satunya dengan skema Halal Value Chain
yang artinya Indonesialah yang merajut ekosistem halal di dunia karena beberapa
negara membutuhkan dan menggunakan sertifikasi halal dari Indonesia” ungkap
Rifki, yang juga seorang dosen INCEIF University itu.
Seminar ini berjalan dengan lancar,
mahasiswa sangat antusias terlihat dari banyaknya mahasiswa Program Studi
Ekonomi Syariah yang bertanya. Acara seminar ini ditutup dengan penyerahan
sertifikat dan penandatanganan Impementation of Arrangement (IA) secara
simbolik.
Kontributor: Ar’rum Adrianti (Mahasiswa
Ekonomi Syariah Unpam - Semester 6)




